Dua Belas Siswa Spemutu Ikuti Virtual Entrepreneur Presentation of The Week

Pekan terakhir di bulan Februari, SMP Muhammadiyah 1 Gresik menggelar Virtual Entrepreneur Presentation of The Week. “Kegiatan ini diadakan dalam rangka runtutan kegiatan Entrepreneur para siswa” ujar Tri Wahyuningsih, koordinator Entrepreneur Spemutu, sapaan akrab SMP Muhammadiyah 1 Gresik.

Imbuhnya, guru mata pelajaran IPA itu menjelaskan bahwa untuk pekan Entrepreneur kali ini, tema yang diambil adalah Human Interest. “Di masa pandemi seperti saat ini, kami berusaha mendongkrak rasa empati anak-anak juga tingkat kepedulian sosialnya terutama di lingkungan sekitar mereka” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual menggunakan aplikasi zoom ini dilaksanakan di laboratorium multimedia Spemutu, JL KH Kholil No 90 Gresik. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan masing-masing kelas, dari tingkat jenjang kelas VII hingga kelas IX.

Pekan kali ini, para siswa diminta untuk mengambil beberapa foto yang bisa menimbulkan rasa empati bagi orang lain yang melihatnya. “Kemudian dari foto itu nanti, akan dihubungkan dengan ayat Al Qur’an atau Hadits yang sesuai dengan kondisi foto yang diambil para siswa” ujar Sulistyaningsih MPd selaku Kepala Urusan Dikjarur Spemutu.

Wanita yang hobby membaca itu juga menyebutkan bahwa dalam kegiatan kali ini, ia bersama tim menggaet Tim Ismuba untuk memberikan evaluasi terhadap ayat Al Quran atau hadits yang dibacakan oleh para siswa di dalam presentasi. Salah satu guru Ismuba yang digaet adalah Wakiyah SAg.

Wakiyah menyebutkan bahwa kegiatan yang diusung oleh tim entrepreneur Spemutu ini sudah bagus. “Anak-anak sudah baik dalam menghubungkan antara foto yang diambil dengan ayat yang disertakan, bacaannya juga sudah bagus” ujar pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu.

Salah satu peserta kegiatan, M Fasichul Lisan Haque, dari kelas IX C menyebutkan bahwa ia dapat mengambil manfaat dari kegiatan yang diberikan sekolahnya, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa membuat para siswa lebih menghargai jerih payah orang tua.

Muhammad Noor Heru Waskitha, ayahanda Fasih, turut serta mendampingi putranya dalam melakukan pengambilan foto. Ia memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan sekolah ini. “Saya senang siswa diberi kegiatan Human Interest seperti ini. Dengan begitu siswa bisa menampilkan sisi kemanusiaan dan menyampaikan pesan emosi yang ada. Tujuan akhirnya adalah bagaimana siswa berempati terhadap seseorang yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya” tutupnya (Awiyan Subekti).