Adakan Zoominar dalam Rangka Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Tetap berkreasi di tengah pandemi. Itulah sebutan yang pantas bagi SMP Muhammadiyaj 1 Gresik. Rabu,  (28/10) Dalam rangka memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW, SMP Muhammadiyah 1 Gresik menyelenggarakan kajian khazanah keilmuan via Zoom dengan tema ‘Pendidikan yang Memberdayakan’.

Zoominar yang diselenggarakan diikuti oleh 194 peserta,  baik dari guru,  siswa,  dan wali siswa dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Sarwo Edy, M.Pd., salah satu praktisi dan tokoh di dunia pendidikan Indonesia.

“Tujuan penyelenggaraan zoominar khasanah keilmuan untuk memberikan pencerahan bagi siswa khususnya.  Zoominar ini juga diadakan sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun, acara ini tidak berfokus pada sejarah,  melainkan juga sebagai penyampaian nilai-nilai pendidikan. ” Ucap ketua pelaksana kegiatan Machfudl Asy’rofi, M.Si.

Machfudl Asy’rofi,  M.Si. yang juga menjabat sebagai waka ismuba, berharap setiap momen ada pesan yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan pengetahuan, terutama bagi siswa.  Selain itu, zoominar pada kali ini diharapkan dapat menjadi sarana agar pendidik,  siswa,  dan wali siswa tetap merasa dekat dan semoga zoominar ini juga menjadi sumber semangat para siswa mengikuti pelajaran.

Menurut salah satu siswa yang mengikuti zoominar, Zidan Assya’bani, “Zoominar tadi sangat bagus dan bermanfaat.  Banyak ilmu yang dapat diserap,  dan peserta juga termotivasi agat tidak pernah menyerah untuk meraih kesuksesan walaupun dalam keadaan yang tidak memungkinkan sekalipun.” Tutur siswa kelas 8B tersebut.

Andi Rahmat Hidayat, guru SMP Muhammadiyah 1 Gresik mengatakan, “Zoominar merupakan sarana yang bagus untuk pendidikan di masa pandemi dan sarana pemutus jarak bagi kita untuk terus menuntut ilmu dan semoga siswa dapat mengaplikasikan di kehidupannya.  Selain itu hikmah dari zoominar pada kesempatan kali ini semoga kita semua tidak mudah menyerah bagaimanapun kondisi kita, terus berjuang meskipun itu berat dan mustahil seperti kisah Sultan Muhammad Al-Fatih (Beni Firmansyah).