Dai Kecil Ini adalah Siswa SMP Muhammadiyah 1 Gresik yang Berasal dari Banjarmasin

SMP Muhammadiyah 1 Gresik rutin menggelar kegiatan Jumat Kultum setiap pekan. Kultum ini dilaksanakan sebagai pembiasaan kultur sekolah agar tidak redup walaupun di era pandemi seperti saat ini. Mafhfudz Asyrofi MSI selaku Kepala Pedoman Pembinaan Kehidupan Islami dan Networking (P2KIN) mengungkapkan bahwa sasaran peserta dari Kultum Virtual ini merupakan peserta didik Spemutu, sapaan akrab SMP Muhammadiyah 1 Gresik di semua jenjang. “Baik siswa kelas 7, kelas 8, kelas 9, harapannya setiap kelas diwakili 1 anak untuk kultum. Tiap pekan nanti akan dibuatkan jadwal bergilir” ujarnya.

Jumat (21/8/2020) kultum bertema Mulianya Bulan Muharrom dibawakan oleh Belva ‘Aisy Kuwaysa Enggok, siswa kelas 7C. Remaja 12 tahun itu bak dai kecil yang menyampaikan tausiyah pada jamaahnya. Bahasa yang lugas dan tegas berhasil menarik mata dan telinga para pendengarnya. “Teman-teman yang berbahagia, 1 Muharrom telah tiba. Kita sambut sebagai tahun baru islam. Bulan Muharrom yang merupakan permulaan tahun baru hijriyah ini adalah bulan yang mulia dan terpuji. Rasulullah sendiri menyebutkan bahwa bulan Muharrom adalah bulan Allah” secuil tausiyah yang ia sampaikan dengan gaya khas kekanakan yang ia miliki.

Zuli Nikmatul Aisyah SPdI selaku wali kelas, juga guru ISMUBA, mengapresiasi kemampuan public speaking yang dimiliki anak didiknya. “Untuk anak seusia itu, ini bagus sekali. Saya acungi jempol. Jadi ada keterkaitan antara anak yang semangat, juga orang tua yg support.”

Menurut Zuli, sapaan akrab Zuli Nikmatu Aisyah, Belva merupakan siswi yang berasal dari basic keluarga islami. Papa dan mamanya selalu support untuk kegiatan sekolah yang positif. “Saya dan tim ISMUBA akan menggali kemampuan anak-anak lain sperti Belva agar bisa membawa nama baik spemutu” ujarnya.

Usut punya usut, Belva bukan merupakan gadis jawa asli. Remaja yang lahir di Banjarmasin, 27 Februari 2008 itu saat ini berada di Banjarmasin bersama orang tuanya. Dihubungi melalui telepon whatsapp, Lestari Eka Kusumawati, Ibunda Belva menjelaskan bahwa keinginan Belva sendiri untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah 1 Gresik. “Ada keinginan untuk mondok di Martapura, tetapi qodarullah, ketika waktu tes saya dan keluarga sedang berada di Gresik. Tidak ada tes lanjutan, maka Belva memutuskan bersekolah di SMP Muhammadiyah 1 Gresik” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa putrinya sudah sejak kelas 2 MI dilatih oleh gurunya untuk berbicara di depan banyak orang. “Kalau saya sedang kerja dan Belva libur, biasanya dia ikut saya. Melihat saya dan teman-teman presentasi di depan publik. Jaid mungkin dari sana dia bisa asah kemampuan dan gaya bicaranya di depan umum” jelasnya.

Wanita kelahiran 1 Mei 1983 ini mengapresiasi kegiatan kultum virtual yang dilaksanakan. Menurutnya kegiatan seperti ini jarang sekali dilaksanakn oleh sekolah. Program seperti ini biasanya ada ketika moment tertentu saja. “Tapi di Spemutu, ini tiap pekan loh. Hebat itu!” tutupnya (Awiyan Subekti).